Ceramah Singkat tentang Kematian ( Lengkap dan Terbaik )

Posted on

 

Ceramah Singkat tentang Kematian

Ceramah Singkat tentang Kematian – Bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi teks Ceramah Singkat tentang Kematian, kami telah memberikan referensi terbaik dan kami kumpulkan dari beberapa sumber yang bisa anda pilih sesuai dengan keinginan.

Apa arti dari kematian?

Setiap manusia yang hidup pasti akan mengalami yang namanya kematian. Setiap insan yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya kematian. Secara biologis kematian merupakan berhentinya proses aktivitas dalam tubuh biologis seorang individu yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak, berhentinya detak jantung, berhentinya tekanan aliran darah dan berhentinya proses pernafasan.

Berikut beberapa contoh dan referensi Ceramah Singkat tentang Kematian :


( CONTOH 1 )

Kultum Tentang Kematian, Contoh Ceramah Singkat tentang Kematian Terbaik

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Rahimakumullah.

Ada kehidupan, ada pula kematian. Kematian adalah sebuah kepastian yang tak bisa dinegosiasikan. Allah SWT. Berfirman yang artinya :

 “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali Imran/ 3: 185).

Perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang. Banyak aral dan rintangan serta memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Dan kematian adalah gerbang pertama yang harus kita masuki untuk menuju akhirat.

Dan kematian, bukanlah hal yang sepele. Rasulullah SAW. bersabda:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ

“Tiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit”. (HR. Bukhari)

Saat nyawa dicabut, napas kita tersengal, mulut terkunci, anggota badan kita tanpa daya dan pintu taubat pun tertutup. Pada saat itu tak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul maut.

 “dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”. (QS. Qaf/ 50: 19)

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Rahimakumullah.

Cukuplah kematian sebagai nasehat untuk setiap dari kita, apakah kita sudah siap ketiaka kematian datang menjemput? 

Sudah cukupkah bekal yang kita punya untuk menempuh perjalanan selanjutnya menuju alam akhirat yang kekal dan abadi? Sudah pantaskah kita untuk bertemu Rabb kita? Sudah layakkah kita untuk ditempatkan di dalam surga beserta kemewahan di dalamnya?

Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat. Mati dengan husnul khatimah dengan ridha dan diridhai Allah SWT. 

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (QS. al-fajr/ 89: 27-30)


أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Wassalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh

( CONTOH 2 )

Teks Ceramah Tentang Kematian Beserta Contohnya Lengkap

Bismillahirrahmanirrahiim.

Innalhamdalillah Nahmaduhu wanasta`inuhu wanastagfiruhu wanaudzubillahiminsyuruuri anfusina waminsyayyiaati `amalina Manyyahdillah falaamudillalah wamanyudlilfalahadiyalahu.

Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita nikmat iman dan islam serta nikmat umur sehingga hingga saat ini kita masih diberi kesempatan untuk tetap berakstivitas dan berbuat sesuatu untuk bekal kita di akhirat nanti.

Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi nikmat iman, islam dan ihsan. 

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluaganya, sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Pada hari ini, kami akan menyajikan materi agama Islam yang mengulas tentang kematian karena kematian jarang diingat orang padahal kematian sangat dekat dengan manusia.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Berziarah kuburlah kalian, karena hal itu dapat mengingatkan kalian pada kematian.” (H.R. Muslim).

Kata “kematian” yang paling pertama kita ingat mungkin tempat peristirahatan kita yang terakhir menunggu sampai hari hisab tiba dimana kita ditempatkan di “rumah baru” kita sebuah lubang gelap kecil seukuran tubuh manusia yang begitu sunyi tanpa teman dan penolong seorangpun. Sering kita mendengar dalam ceramah agama Islam bagaimana para ustad mengingatkan setiap muslim untuk selalu mengingat kematian dengan cara sering berzikir, bertaubat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang agama.

Manfaat Mengingat Mati

  • Adapun manfaat dari mengingat kematian adalah :
  • Selalu berbuat kebaikan dan takut untuk berbuat maksiat
  • Menjadi rajin beribadah

Tidak cinta dunia berlebihan, karena harta dan segala sesuatu yang kita cintai di dunia akhirnya akan kita tinggalkan dan pada saat kematian tiba kita hanya menggunakan kain kafan saja

Bila menghadapi cobaan lebih sabar dan kuat, karena tahu siksa dialam kubur dan siksa pada hari hisab nanti lebih dahsyat

Bertaubat

Selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong

Sering seseorang bila ingat akan kematian yang dapat menghampiri kapan saja menjadi begitu taat beribadah, bersedekah dan sangat sayang kepada keluarganya. Tetapi orang lebih sering lupa akan akhir hidupnya yang bisa datang kapan saja dengan lebih mencintai dunia secara berlebihan tetapi cintanya pada akhirat hanya sedikit saja malah seolah-olah lupa bahwa kematian dapat menjemput kapan saja.

Zar’ah ibn ‘Abdillah meriwayatkan bahwa Nabi SAW. pernah bersabda, “Manusia itu lebih mencintai kehidupan, padahal kematian itu lebih baik baginya. Manusia juga lebih mencintai harta yang banyak, padahal sedikit harta itu lebih sedikit hisabnya bagi dirinya.”(HR.Imam al-Bayhaqi)

Dalam ceramah agama Islam yang disampaikan seorang ustad di sebuah mesjid di Jakarta Pusat pada bulan Ramadhan lalu, beliau mengatakan bahwa pada dasarnya semua umat muslim menginginkan mati dalam keadaan husnul khatimah (akhir yang baik), dan manusia tidak mengetahui mati di hari apa, dimana, atau sedang apa karena kematian itu adalah hal yang gaib sama halnya dengan kiamat hanya Allah SWT yang tahu, yang harus diingat dalam kematian adalah kedatangannya mendadak dan bila sudah datang waktunya tak bisa ditolak.

Tetapi manusia bisa berusaha dalam keadaan seperti apa ia akan mati, husnul khatimah atau su’ul khatimah (akhir yang buruk). Untuk mencapai husnul khatimah pada saat kematian manusia bisa melakukan amal shalih yang istiqamah, agar bisa istiqamah adalah dengan memperbanyak Zikrul Maut, banyak mengingat mati.

Su’ul Khatimah

Penyebab su’ul khatimah menurut sebagian ulama ada 4 faktor yaitu :

Mengabaikan sholat

Minum Khamar

Durhaka pada ke dua orang tua

Menyakiti kaum muslim

Anas r.a. menuturkan bahwa Nabi saw. telah bersabda “Perbanyaklah mengingat kematian, karena hal itu dapat membersihkan dosa dan menjadikan zuhud didunia. Jika kalian mengingatnya ketika kaya, ia akan menghabiskan harta itu dijalan Allah, jika mengingatnya ketika dalam keadaan miskin, ia akan menjadikan kalian ridha akan kehidupan.”

Setiap manusia tidak bisa lari dari kematian meskipun dia bersembunyi di ujung bumi bila ajal sudah datang menjemput pasti dia akan mati. Bila Allah menghendaki maut akan datang dimana dan kapan saja sesuai dengan firman Nya, 

“Katakanlah bahwasanya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya ia akan menemui kamu, …..” (Al Jumu’ah ayat 8), demikian pula dalam surat Qaaf ayat 19, Allah berfirman : “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenarnya. Demikianlah yang kamu tidak dapat melarikan diri daripadanya.”

Sebenarnya tidur yang kita jalani setiap hari amat dekat dengan kematian, nyawa manusia ditahan ketika sedang tidur, di dalam kitab suci Al Qur’an Allah berfirman dalam surat Az Zumar surat 39 ayat 42, “Allah memegang jiwa orang ketika matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati diwaktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan…..”.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk selalu berdoa sebelum tidur dan setelah tidur, itu artinya kita dibimbing untuk menghadapi kematian sebelum tidur dan diajak bersyukur karena Allah menghidupkan kita dari kematian.

Selalu mengingat kematian memang sesuatu yang seharusnya kita lakukan karena dengan mengingat kematian manusia enggan untuk melakukan kemaksiatan dan perbuatan yang sia-sia apalagi sudah banyak contoh orang yang meninggal dalam keadaan sia-sia dan sesuai dengan apa yang menjadi kebiasaannya misalnya : pecandu narkoba atau sex bebas, mereka meninggal dalam keadaan melakukan hal maksiat yagn biasa mereka lakukan sehari-hari.

Nauzubilah Minzalik semoga kita tidak termasuk dalam golongan itu.

Alhamdulillahirabbil’alamin.

Sekian materi hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Akhiru kalam, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Sumber dikutip dari :passinggrade.co.id )

( CONTOH 3 )

Contoh Teks Ceramah Tentang Kematian Singkat

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirrabil alamin, wabihinasta’inu waala umuridunya waddin, asyhaduala ilaahailallah wahdahula syarikalah waasyhaduana Muhammadan abduhu warasuluhu laa nabiya ba’da.

Puji dan syukur kepada Allah SWT dan Tuhan Semesta Alam. Dialah maha dari segala maha yang menghidupkan juga mematikan manusia, dan yang menguasai hari pembalasan. Tiada sekutu bagi Allah karena hanya ada Allah semata.

Semoga selalu tercurahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Atas perjuangan beliau, keluarga, dan para sahabat yang mengantarkan umat manusia dari zaman jahiliyah atau kebodohan, menuju ke zaman yang dipenuhi dengan ilmu pengetahuan, serta cahaya kebenaran.

Di kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan ceramah dengan tema kematian yang merupakan perpisahan antara ruh dengan raga. Kematian akan mengantarkan manusia ke kehidupan yang abadi. Kematian juga akan memusnahkan segala nikmat yang manusia peroleh dan nikmati selama di dunia.

Hidup kita di dunia hanya sementara. Kehidupan di dunia diumpamakan menjadi seorang perantau yang merantau ke suatu tempat, dan di saat yang tepat akan kembali lagi ke tempat asalnya. Setelah ia mencari dan memperoleh bekal selama di tempat perantauan.

Manusia pun begitu, akan kembali menghadap kepada Allah SWT dengan membawa amal baik/buruk selama hidup di dunia. Kematian menjadi sebuah peristiwa yang sifatnya pasti. Pasti terjadi pada setiap manusia siapapun itu dan tanpa terkecuali. 

Semua makhluk bernyawa ciptaan Allah seperti manusia, jin, malaikat, hewan, dan juga setan akan mengalami kematian.

Seperti yang terdapat di dalam firman Allah pada surat Al Ankabut ayat 57 yaitu:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (Q.S. al-Ankabut : 57).

Surat tersebut memberi pemahaman kepada kita akan ruh dan raga yang akan berpisah walaupun waktu, kapan, di mana, dan bagaimana kematian itu tiba tak pernah diketahui. Semuanya menjadi rahasia Allah.

Demikianlah ceramah tentang kematian yang saya sampaikan ini, semoga mampu menjadi pengingat bagi kita semua. Terima kasih.

Hadanallahu waiyakum ajmain, wabillahi taufik wal hidayah, waridha wal inayyah, 

wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

(Sumber dikutip dari : sahabatmuslim.id/ceramah-tentang-kematian )

( CONTOH 4 )

Contoh Teks Ceramah Singkat tentang Kematian

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama – tama mari kita panjatkan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan hidyah-Nya kita bisa berkumpul bersama di hari yang cerah nan bahagia ini.

Tak lupa shalawat serta salam kita panjatkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW, tak lupa juga terhadap keluarganya, sahabatnya dan kita selaku umatnya yang insyaallah mendapatkan syafaatnya di akhir zaman, aamiin.

Dalam QS. Ali Imran ayat 145 Allah berfirman yang artinya “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”. (QS. Ali Imran : 145).

Dalam ayat ini sangat jelas bila kematian adalah hal yang mutlak adanya, tentu dengan waktu yang telah Allah tentukan.

Tak ada satupun dari kita mengetahui kapan dan dimana kita akan dijemput oleh ajal. Satu hal yang perlu kalian ingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.

Maka dari itu saudaraku, mulai hari ini dan seterusnya mari kita mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya, kehidupan yang lebih kekal.

Mulai dari bertaubat kepada Allah SWT dan juga bermuhasabah diri, mohon ampun lah kalian sebelum waktunya terlambat. Allah SWT telah menyiapkan surga dan neraka sebagai imbalan untuk perbuatan kita saat di dunia. 

Oleh karena itu, jangan sampai kalian terlena terhadap semua pernak-pernik dunia yang bersifat fana. Semua yang ada di dunia ini hanya bersifat sementara dan Allah bisa mengambilnya kapanpun.

Sekian ceramah dari saya tentang kematian. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan berakhir dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

(Sumber dikutip dari : pendidikanpedia.com)

( CONTOH 5 )

Contoh teks ceramah singkat mengenai kematia terbaru

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Allah SWT akan senantiasa memberikan nikmat serta karunia-Nya kepada umat-Nya. Nikmat tersebut harus selalu Anda syukuri kapan saja dan dimana saja. 

Pada kesempatan hari ini, izinkan saya untuk menyampaikan sepatah dua patah tentang kematian.

Dalam Al Qur’an telah dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 185. Dalam ayat tersebut sudah jelas bila mana kematian pasti akan menghampiri setiap manusia yang hidup di dunia. 

Mengenai waktunya, tidak ada satupun manusia yang mengetahui kapan ajalnya mulai menjemput. Ingatlah saudara – saudaraku, kehidupan di dunia ini hanyalah sementara.

Mulailah untuk memupuk kebaikan dan amalan untuk bekal di akhirat kelak. Itu karena tidak ada yang bisa menolong diri kita sendiri, selain amal perbuatan baik. 

Allah SWT telah mempersiapkan surga bagi orang – orang yang selalu berbuat baik. Namun Allah SWT akan memberikan neraka bagi manusia yang lalai dalam kehidupannya di dunia.

Oleh sebab itu, jangan pernah terlena dengan keadaan yang ada di dunia yang fana ini. Itu semua hanyalah bersifat sementara yang akan diambil kapanpun oleh Allah. 

Sekian penjelasan tentang kematian dari saya. Semoga kita semua selalu dilindungi dari siksa api neraka. Wasalamualaikum. Warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber dikutip dari : saintif.com

( CONTOH 6 )

Ceramah tentang pentingnya mengingat kematian

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Yang pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala yang hingga saat ini masih berkenan memberi kita nikmat yang tidak terhingga banyaknya.

Mulai dari nikmat yang paling agung, yaitu nikmat iman dan islam, sampai nikmat yang sifatnya duniawi seperti rumah, kendaraan, pendidikan, dll.

Yang kedua, semoga sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dengan sukarela, tanpa paksaan, dan sepenuh hati menyebarluaskan agama islam ke penjuru dunia melalui para sahabatnya, sehingga pada hari ini kita bisa merasakan jerih payah dakwah beliau.

Dan juga kepada keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati dan dimuliakan Allah,

Kematian bagi sebagian orang di luar sana hanya dianggap sebagai batas akhir dari sebuah kehidupan. Padahal hakikatnya tidak seperti itu.

Dalam kitab yang pasti kebenarannya, yaitu al-qur’an, kematian hanyalah perpindahan dari satu fase kehidupan ke fase kehidupan yang lain. Perpindahan dari dunia fana, menuju dunia yang kekal di sisi-Nya.

Nah, sekarang bagaimana kita sebagai muslim seharusnya menyikapi kematian? Izinkan saya membahasnya sedikit dalam kultum singkat tentang kematian ini.

Hadirin yang dirahmati dan dimuliakan Allah,

Yang pertama kali perlu kita lakukan adalah menyadari dan meyakini bahwasanya kematian itu pasti akan menghampiri siapa saja yang hidup.

Ada banyak dalil yang menerangkan tentang pastinya kematian itu datang, salah satunya dalam surat Ali-Imron ayat ke 185 yang berbunyi:

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. 

Barang siapa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia telah memperoleh kemenangan. Dan tidak lah kehidupan dunia itu melainkan hanyalah kesenangan yang yang memperdaya”

Dari satu ayat diatas saja kita dapat mengambil banyak pelajaran mengenai kematian dan setelah kematian. 

Yang jelas dapat kita tangkap dari ayat diatas adalah bahwasanya balasan itu disempurnakan ketika nanti hari kiamat, kemudian siapa yang selamat dari neraka dan masuk surga berarti dia telah mendapatkan kemenangan yang nyata.

Nah, semua itu tidak dapat dirasakan kecuali seseorang telah melewati fase kematian ini.

Hadirin yang dirahmati dan dimuliakan Allah,

Yang kedua kali yang harus kita lakukan adalah banyak mengingat tentang kematian. Mengingat kematian ini termasuk salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW, yang mana dengan mengingat mati akan banyak manfaat yang kita dapatkan.

Diantara manfaat yang kita peroleh dari banyak mengingat mati adalah mendorong untuk beramal saleh, menjauhkan dari tipu daya dunia, sebagai ajang intropeksi diri dan memperbarui taubat serta memperkuat tekad untuk selalu beristiqomah dalam taat kepada Allah SWT.

Manfaat-manfaat diatas bila kita renungkan lebih dalam akan membuat kita semakin menyadari akan pentingnya banyak mengingat kematian, maka dari itu, mari mulai sekarang dan seterusnya, kita sempatkan diri kita untuk mengingat kematian, agar hati kita semakin lembut dan tidak mudah tertipu oleh gemerlap dunia.

Hadirin yang dirahmati dan dimuliakan Allah,

Yang ketiga kali yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian itu. Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh seorang muslim untuk menghadapi kematiannya, salah satu persiapannya adalah dengan senantiasa beramal saleh dan senantiasa menjaga sholat selama hidup.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam tarikhnya, Dari Barro Ibnu ‘Azib RA berkata : Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW tiba tiba beliau melihat sekelompok manusia lalu bertanya : “Sedang apa mereka berkumpul ? 

dikatakan : mereka tengah menggali kubur ” Barro berkata: lalu Rasulullah terperanjat dan meninggalkan kami dan bersegera menuju kumpulan manusia yang tengah menggali kubur, lalu beliau bersimpuh menghadap kubur dan saya pun mengambil posisi menghadap Rasulullah SAW karena ingin melihat apa yang dilakukan oleh beliau. 

Lalu Rasulullah SAW menangis sampai air mata beliau membasahi tanah kemudian beliau menemui kami dan berkata “Wahai saudara saudara ku, untuk hari yang seperti inilah kalian harus mempersiapkan.”

Hadist ini menegaskan pada kita bahwasanya kematian itu harus dipersiapkan, bukan malah bersantai seolah tidak akan terjadi atau seolah itu hanya kejadian biasa. Di atas sudah dibahas tentang pentingnya menyadari kematian itu ada dan pasti akan datang.

Hadirin yang dirahmati dan dimuliakan Allah,

Jadi, paling tidak ada tiga hal yang harus benar-benar kita perhatikan tentang kematian ini. Yang pertama menyadari dan meyakini bahwasanya kematian itu pasti datang cepat atau lambat.

Yang kedua memperbanyak mengingat kematian agar hati semakin lembut dan mudah untuk bertaubat. Yang ketiga, mempersiapkan kematian ini dengan memperbanyak amal saleh dan perbuatan baik lainnya.

Seorang Abu Darda pernah berkata begini: ” Tiga hal yang membuat saya tertawa dan tiga hal yang membuat saya menangis , yang membuat aku tertawa adalah:

Orang yang bercita cita mendapatkan dunia padahal kematian tengah memburunya.

Orang yang lalai padahal dia tidak dilalaikan.

Orang yang tertawa terbahak padahal dia tidak tahu apakah tertawanya itu membuat Allah ridho atau membuat Allah marah.

Dan 3 hal yang membuat aku menangis adalah:

Berpisah dengan kekasih ku Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya.

Kedahsyatan datangnya malaikat penjemput maut

Berdiri dihadapan Allah pada hari dibongkarnya segala rahasia kemudian tidak mengetahui akan di giring ke surgakah atau neraka.”

Seorang sahabat Abu Darda saja sampai seperti itu dalam menyikapi dan mempersiapkan kematian. Sikap Abu Darda ini senada dengan ayat dalam Al-Quran surat An-Najm yang menyinggung orang yang banyak tertawa, ayat itu berbunyi:

Artinya: “Dan kamu tertawakan dan tidak menangis”

Ayat ini menyindir keras orang-orang yang tidak percaya akan berita tentang hari kiamat, mereka justru menertawakan nya dan mengolok-olok nya. Jadi tidak salah memang sikap Abu Darda yang menjaga diri dari tertawa berlebihan. Semoga ini bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk kita terapkan.

Akhirnya, di penghujung Kultum Singkat Tentang Kematian ini, marilah kita berdoa semoga kita dijauhkan oleh Allah dari kematian yang buruk dan diberikan kematian yang Allah ridhoi. Amiin

Wabillahi taufiq wal hidayah, 

Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh

Sumber dikutip dari : bagi-in.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *