Teks Ceramah Agama Islam Tentang Kejujuran Terbaik , Lengkap, Kekinian

Posted on

Teks Ceramah Agama Islam Tentang Kejujuran – Diartikel kali ini kami akan berbagi kumpulan contoh teks berpidato dengan tema ” Kejujuran “. Silahkan kalian pilah dan pilih sesuai yang kalian cari dan silahkan edit kata kata yang kalian anggapkurang tepat dn silahkan sesuaikan dengan daerah kalian.

Teks Ceramah Agama Islam Tentang Kejujuran


Apa itu Jujur? 

Jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi (fakta). 

Jujur juga dapat diartikan tidak curang, melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku dan lain sebagainya. 

Jujur juga bisa bermakna kesesuaian antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang. Sifat jujur sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap individu. 

Wajib hukumnya bagi kita untuk selalu berusaha jujur dalam hal apapun baik lisan maupun perbuatan. Sifat ini adalah dasar dan sebuah patokan sebuah kepercayaan. Jika kita sekali dapat dipercaya, orang lain akan mempercayai kita dan menilai kita seterusnya baik.

Kejujuran sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dalam segala hal, selain tentu saja kerja keras, usaha, dan nasib baik.  

Dengan demikian, kita harus meyakini bahwa kejujuran sangatlah penting dalam kehidupan kita. Kejujuran harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua aktifitas yang kita jalani, karena pada dasarnya ia merupakan sumber segala kebaikan.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa “kejujuran itu mahal”. Kejujuran memang sangat mahal, itulah mengapa berkata jujur terkadang terasa sangat berat. 

Kejujuran dapat membuat orang lain tenang dan senang, walaupun kadang ada juga yang merasa sakit. Ada juga kejujuran yang membuat kita dibenci karena karena merasa terganggu oleh sesuatu yang salah yang sudah dilakukannya.

Nah berikut ini kumpulan Teks Ceramah Agama Islam Tentang Kejujuran :

( CONTOH 1 )

Contoh Teks Pidato Agama Singkat

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillaah, wasyukurillaah. Washolatu wassalaamu alaa Rosuulillaah. Laa nabiyya ba’dah. Amma ba’du.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua, sehingga kita semua dapat berkumpul di sini tanpa suatu halangan apapun.

Sholawat beserta salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Keluarganya, Sahabatnya, pengikutnya, dan kita semua sehingga kita mendapatkan syafaatnya di Yaumil Akhir nanti. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Hadirin Rahimakumullah….

Pada kesempatan ini izinkan saya memberikan sebuah kultum singkat tentang kejujuran.

Kejujuran terdiri dari kata jujur yang artinya mengakui, yaitu mengakui, memperlihatkan isu sesuai dengan fakta yang ada. Kebalikan dari sifat jujur ialah bohong atau pendusta yaitu memberikan isu yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Sikap jujur sangat dianjurkan dan diwajibkan dalam Agama Islam. Yang Maha Kuasa pun menyuruh umatNya untuk selalu bersama orang-orang yang jujur dan benar.

Dalam Surat At-Taubah Ayat 119 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kau bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Tauba:119)

Dalam firman tersebut Allah Subhanahu wa Ta’aala telah terang mengajurkan kita untuk besama orang-orang yang benar, maksudnya sanggup menjadi orang-orang yang sholeh, berakhlak mulia, selalu berkata jujur. Karena kejujuran itu membawa kebaikan.

Pada zaman kini terkadang sulit untuk menemukan kejujuran, bukan dalam hal besar saja, tetapi mulai dari hal kecil seperti kita tidak dapat berkata jujur kepada teman, orang tua, dan lain sebagainya.

Hadirin Rahimakumullah….

Bagaimana caranya kita melatih sikap jujur? Sebenarnya jujur timbul dari jiwa dan hati yang bersih, maka dari itu usahakanlah hati selalu higeinis dengan mengurangi kemaksiatan dan kebohongan supaya timbul jiwa yang penuh kesucian sehingga akan mudah untuk berkata jujru.

Kejujuran perlu ditanamkan sejak dini, dalam segala hal, misalnya dalam menuntut ilmu diperlukan kejujuran, dalam hal berbicara, dan dalam segala hal. Alasannya ialah kejujuran akan membuka jalan kesuksesan dan kejujuran akan selalu menenangkan jiwa.

Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:

 دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

Artinya:

“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”

Hadirin sekalian, demikianalh kultum yang dapat saya sampaikan, meskipun sedikit semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

( CONTOH 2 )

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah. Alhamdulillahi hamdan katsiron kama amar. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala…..

Yang terhormat, Bapak/Ibu Dewan Guru….

Yang terhormat, Bapak/Ibu Tamu Undangan…

Serta teman-teman yang berbahagia;

Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang sangat banyak. Mulai dari nikmat iman, nikmat Islam, kesehatan, kesempatan, hingga kebahagiaan sehingga kita bisa berkumpul bersama di hari yang sejuk ini.

Shalawat berbingkaikan salam mari kita sampaikan kepada mahkota dunia, kekasih Allah SWT, tiada lain tiada bukan ialah Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan rajinnya berucap shalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia;

Pada kesempatan yang mulia ini, saya akan menyampaikan pidato singkat tentang pentingnya kejujuran.

Teman-teman yang saya sayangi, apakah kalian semua setuju bahwa kejujuran itu sangat penting? Rasanya semua dari kita pasti setuju ya. Tapi, kejujuran seperti apa yang dimaksud?

Jujur adalah benar dalam berkata dan benar dalam berbuat. Dengan demikian, orang yang jujur adalah orang yang bisa dipercaya perkataan dan perbuatannya.

Kejujuran sangatlah penting, baik itu di rumah, di sekolah, di masyarakat, di tempat kerja, dalam kondisi bahagia, dalam kondisi sulit, serta di mana pun kita berada.

Tapi teman-teman, mengapa kok di dunia ini masih banyak orang-orang yang berbohong, dan masih banyak pula orang-orang yang berdusta? Mungkin kita juga masih menjadi salah satu dari mereka kan?

Alasan pertamanya ialah karena kejujuran itu berasal dari hati. Orang yang mengikuti hati nurasi biasanya akan terbiasa untuk berkata dan berbuat benar, sedangkan orang yang mengingkari hati nurani akan mudah untuk berkata bohong maupun berbuat dusta.

Dari sinilah kita menyadari bahwa kejujuran itu sangatlah mulia dan mahal. Dikatakan mulia karena perilaku jujur dalam Islam merupakan salah satu akhlak terpuji yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Kita bayangkan saja teman-teman, perilaku jujur akan menjadikan kita sebagai orang yang dapat dipercaya, disenangi banyak orang, bahkan didekatkan dengan kebaikan.

Sedangkan bila kita berdusta sekali saja, maka kebanyakan orang-orang tidak akan percaya lagi kepada kita.

Jujur dikatakan mahal karena tidak semua orang bisa berbuat jujur pada setiap kondisi. Lihatlah para koruptor. Mereka terpaksa berbohong karena di depan matanya adalah uang yang berlimpah.

Pun demikian dengan orang yang suka menyontek. Mereka telah menipu dan meragukan kemampuan dirinya sendiri.

Teman-teman yang berbahagia;

Dalam Islam, jujur adalah salah satu jalan yang akan mendekatkan kita menuju surga.

Hal ini disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari:

اِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ اِلَى الْبِرِّ وَاِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ اِلَى الْجَنَّةِ…

Bacaan Latin:

Innas-shidqo yahdii ilal birri wa innal birro yahdii ilal jannati.

Artinya:

Sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga.

Teman-teman yang berbahagia;

Siapa pun orangnya akan disebut jujur bila ia berkata apa adanya dan sesuai dengan kenyataan. Perilaku jujur sangat diperlukan dalam menjalani segala aktivitas kehidupan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Orang bijak sering berkata bahwa; bila kita tidak bisa melaksanakan hal-hal kecil dengan baik, bagaimana mungkin kita akan mampu melaksanakan hal-hal yang besar. Ini juga berlaku untuk kejujuran.

Bila seorang pelajar melaksanakan ujian dengan curang, walaupun kecurangan itu hanyalah satu pertanyaan saja, maka akan sangat sulit bagi guru untuk menaruh rasa percaya kepadanya.

Bila seorang pedagang berlaku dusta dengan mengurangi takaran timbangan, walaupun hanya kurang satu ons saja, maka akan sangat sulit pagi para pembeli untuk kembali percaya kepada pedagang tadi.

Di sekitar kita dan di luar sana, ada banyak sekali contoh kebaikan yang didapat oleh orang-orang yang jujur serta keburukan yang ditimpakan kepada orang-orang yang suka berdusta.

Maka dari itulah, sungguh sangat baik bagi kita untuk berperilaku jujur baik di kala sempit maupun lapang, baik di kala bahagia maupun berduka.

Hanya saja, perilaku jujur bukanlah sikap yang bisa diasah satu hari saja melainkan harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi akhlak yang lengket di hati dan perbuatan.

Idealnya, sikap jujur dimulai dari diri sendiri, harus dilatih, serta dibiasakan sejak usia dini. Di rumah, Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, serta saudara-saudara bisa menjadi teladan, di sekolah, Bapak/Ibu dewan gurulah yang menjadi contoh.

Sedangkan nanti ketika kita sudah dewasa, kitalah yang menjadi teladan dan inspirasi. Maka darinya, mari bersama-sama kita memantapkan perilaku jujur dimulai dari hari ini.

Bapak, Ibu, serta Teman-teman yang berbahagia;

Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah, saya akhiri dengan pantun:

Jalan-jalan ke Kota Cianjur

Tidak lupa membeli sekarung kerang

Duhai teman jadilah orang jujur

Supaya kita dicintai Allah, Rasul, dan semua orang

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

( CONTOH 3 )

Teks Pidato Agama Singkat tentang Kejujuran

Assalmu’alaikum Wr.Wb

اَلْحَمْدُ للهِ وَالشُّكْرُلِلهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ سَيّدِ نَا وَمَوْلَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ, اَمَّا بَعْدُة

Sebelumnya, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sehingga kita dapat berkumpul di sini dengan sehat wal afiat.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.

Para hadirin sekalian.

Jujur merupakan cerminan sejati seorang muslim. Rasulullah SAW adalah orang yang terkenal dengan kejujurannya. Dalam kehidupan sehari-harinya, beliau selalu mengedepankan kejujuran. Karena jujur adalah akhlak yang sangat baik menurut pandangan Allah SWT.

Bila kita senantiasa memeliharan kejujuran dalam hidup kita, niscaya kita akan menjadi bagian dari orang yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara sekalian,

Kita semua setuju bahwa jujur merupakan budi pekerti yang mulia. Dengan kejujuran, seseorang perlahan akan menuju kebaikan. Apabila seseorang telah jujur dan mampu menempatkan suatu kebaikan, maka ia terbimbing menuju surga. Bukanlah Rasulullah saw. pernah bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran membimbing kearah kebaikan. Dan kebaikan itu membimbingnya ke surga. Seseorang yang jujur, maka hingga di sisi Allah ia akan menjadi orang yang jujur dan benar. Sedangkan sifat dusta membimbing seseorang pada kejahatan. Lalu kejahatan itu menyeret ke neraka. Seseorang yang biasa berdusta, maka hingga di sisi Allah kelak tetap menjadi pendusta. (HR. Bukhari Muslim)

Para hadirin yang dirahmati Allah,

Orang yang suka berterus terang dan jujur dalam segala hal kehidupan ini, maka ia termasuk memiliki sifat kenabian. Sebab tentu saja orang-orang yang jujur ini suka sekali dengan kebenaran. Karena sukanya, maka ia selalu memelihara akhlaknya dari dusta. Karena itu ia cenderung untuk melakukan kebaikan dan menegakan kebenaran agama.

Dalam Surat Maryam ayat 41, Allah berfirman:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

Artinya:

Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. (QS: Maryam Ayat: 41)

Kemudian di bagian lain, yaitu ayat 54 diterangkan pula:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا

Artinya:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. (QS: Maryam Ayat: 54)

Para bapak, Ibu dan saudara sekalian,

Kejujuran itu dekat dengan kebenaran. Kebenaran adalah sesuatu yang disenangi Allah. Jika Allah senang, maka pastilah Dia akan mengasihi. Dan hambaNya yang jujur, maka kelak di hari Kiamat akan disediakan tempat yang menyenangkan, yaitu surga.

Sesungguhnya kejujuran dan sikap terus terang akan membawa diri seseorang menuju ke jalan kemerdekaan jiwa. Jiwa yang merdeka bebas tanpa ikatan. Sebab orang yang selalu jujur, maka ia tidak merasa cemas dan takut kepada siapapun. Apa yang dilihatnya akan dikatakan apa adanya. Tiada tersembunyi dan terselipi kebohongan sedikit pun.

Orang yang senantiasa jujur, maka ia pun jujur terhadap dirinya sendiri, kejujuran pada diri sendiri dapat mengantarkan dirinya pada suatu kemajua. Di mana, karena jujur, akhirnya ia mengakui kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. 

Jika seseorang menyadari kekuarangan dan kelemahannya, pasti ia tidak mempunyai sifat sombong. Dengan demikian tentu akan terus belajar dan berusaha untuk meningkatkan diri dan memperbaiki kelemahan yang dimiliki.

Para hadirin yang saya hormati,

Sekali lagi saya katakan bahwa orang yang jujur tidak akan takut kepada siapapun juga. Jika ia harus menghadapi bahaya dari perkataannya yang jujur, maka ia tidak akan khawatir. Bahkan ia tak segan-segan mengatakan apa adanya. 

Tetapi terhadap diri dan hatinya sendiri ia sangat takut. Ketakutan itu ialah jangan-jangan ia memungkiri suara hatinya sendiri. Di mana suara hati mengemukakan kebenaran.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim, hendaknya kita senantiasa bersikap jujur, di mana dan kapan saja. Dalam pergaulan sehari-hari, kejujuran perlu diterapkan. Marilah kita tunjukan kepada masyarakat bahwa seorang muslim selalu memiliki akhlak mulia.

Billahit tawfiq wal hidayat, wassalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh

( CONTOH 4 )

Contoh Teks  Pidato Agama Singkat

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan nikmat, berkah kepada kita sekalian. 

Tak lupa sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai penutup para Nabi dan Rasul, serta sebagai tauladan bagi umat Islam.

Kita semua berkumpul pada majlis ini untuk sedikit menimba ilmu yang insyaallah akan memberikan keberkahan dalam hidup. Ammin. 

Untuk kali ini tema yang saya bawakan adalah tentang kejujuran. Betapa kejujuran menjadi hal yang penting dalam meraih berkah dunia dan akhirat.

Nabi Muhammad SAW memiliki sifat yang begitu bersinar dan patut kita teladani. Sifat tersebut adalah amanah dan jujur. Kejujuran merupakan pondasi iman, sedangkan kebohongan adalah benih kemunafikan.

Sifat jujur dan bohong jika bertemu, maka salah satunya akan hilang. Seperti dijelaskan dalam firman Allah Surat Al-Ahzab ayat 24 berikut ini:

 يَجْزِيَ اللَّـهُالصَّادِقِينَبِصِدْقِهِمْوَيُعَذِّبَالْمُنَافِقِينَإِنشَاءَ

Artinya: “Agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan balasan kepada orang yang jujur, kepada orang-orang yang benar, yaitu orang-orang Mukmin. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengadzab orang-orang munafiq apabila Allah menghendakinya”.

Allah SWT bahkan mengidentikan sifat jujur adalah salah satu sifat yang melekat pada diri seorang mukmin. Kejujuran menjadi kunci kebaikan, kunci untuk meraih akhlak yang mulia. Jika sahabat muslim sekalian ingin memperbaiki akhlak, mulailah dengan bersikap jujur.

Seorang muslim yang jujur, maka hatinya akan merasa lapang. Mereka tidak merasakan tekanan, hatinya cenderung bersih dan tulus. Banyak kemudahan yang diterima dalam melakukan segala bentuk kebaikan.

Kebaikan apapun, baik habluminallah maupun habluminannas adalah jalan untuk membawa pada kebaikan dan mendatangkan ridha Allah SWT. Ridha inilah yang akan mengantarkan para sahabat muslim sekalian menuju surga.

Sahabat muslim sekalian, jika Anda pernah melakukan kebohongan, pasti untuk selanjutnya akan memikirkan cara bagaimana menutup kebohongan tersebut. Ada rasa takut ketahuan, ingin menyelamatkan diri. Kebohongan pasti akan ditutupi dengan kebohongan lain.

Kadang kala orang yang sudah terbiasa berbohong, walaupun tidak ada dorongan untuk melakukan dusta, dia akan mencari kesempatan untuk berbohong. Sebuah kebiasaan ini hingga ditulis oleh Allah SWT sebagai seorang pendusta.

Pendapat Al Harits Al Muhasibi menyatakan bahwa pondasi dari segala perkara adalah jujur dan ikhlas. Dari sifat jujur akan lahir sikap yang ramah, ridha, sabar, qanaah, dan zuhud. Sedangkan ikhlas akan melahirkan sikap cinta, toleran, malu, yakin, dan menghormati orang lain.

Inti dari kejujuran adalah hati sebagai pelaksana iman, niat pada saat beramal, dan lisan pada saat berbicara. Jika ketiga hal tersebut mampu dilakukan bersama dengan kejujuran, maka sempurnalah imannya.

Kejujuran juga merupakan bidang pemisah yang membedakan antara orang mukmin dan orang munafik. Antara penduduk surga dan penghuni neraka. Kejujuran diibaratkan seperti pedang Allah SWT di bumi. Ketika kita meletakkan sesuatu maka akan patah, jika ada kebatilan maka akan menumbangkannya.

Para sahabat muslim, jika Anda mencari kebenaran atas dasar kejujuran dari hati, maka Allah akan menyampaikan kebenarannya. Dengan demikian akan muncul jalan yang sangat lurus terbentang di depan Anda. Begitulah jujur membawa kita semua pada kebaikan.

Demikian sedikit ilmu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga para sahabat muslim sekalian dapat menjaga kejujuran dalam setiap langkahnya, semoga Allah senantiasa melindungi dan memberikan kebaikan pada kita semua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

( CONTOH 5 )

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, Wasyukurillah `ala ni`matillah.Wassalatu wassalamu `ala Rasulillah. Sayidina Muhammadin, waala alihi wasohbihi wamawalah.

Dewan juri yang saya hormati, serta sahabat semua yang saya cinta dan banggakan!!

Marilah sejenak kita tundukan kepala, rendahkan hati untuk memuji Sang Khaliq Zatt Rabbul Izzati, dengan cinta dan kebersihan hati, marilah kita lantunkan shalawat kepada Nabi yang semoga kita semua diberkahi, amin ya Allah ya Rabbal Alamin.

Pada kesempatan kali ini ijinkanlah saya membawakan pidato tema kejujuran dengan judul “ Jujur itu Hebat”

Teman-Teman Yang Saya Banggakan…

Kejujuran adalah tanda bukti keimanan. Orang mukmin pasti jujur. Jika tidak jujur berarti keimanannya sedang di serang penyakit munafikin. Sebagimana kita ketahui, munafikin itu orang bermuka dua, diluar berkata iya, didalam berkata tidak.

Suatu hari salah satu sahabat nabi bertanya padanya; “Apakah mungkin orang itu pelit?”. Dan Rasul menjawab; “ Mungkin saja”. Sahabat nabi bertanya lagi : “ Apakah mungkin orang mukmin pengecut?” Nabi menjawab lagi; “ Mungkin saja”. Tapi ketika sahabat nabi bertanya ;” Apakah mungkin seorang mukmin berbohong?” Nabi menjawab ; “ tidak “ ( HR Imam Malik dalam kitab Almuwathaa)

Teman-Teman Yang Berbahagia!!!

Apa yang bisa pelajari dari hadist tersebut? Hadits tersebut mengajarkan kita untuk berkata jujur, karena orang mukmin tidak mungkin berbohong, karena kejujuran adalah semua pangkal perbuatan baik manusia. Tidak ada perbuatan dan ucapan kecuali kejujuran. Oleh sebab itu Allah menyuruh orang-orang mukmin agar selalu berkata benar dan berlaku jujur. Ini diperintahkan oleh Allah melalui firmannya dalam Al-Qur`an surat Al-Ahzab Ayat 70.

Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang jujur dan benar”.

Teman-Teman Yang Bahagia!!!

Sebagai penutup, kejujuran adalah tiang agama, sendi akhlak dan pokok rasa kemanusiaan manusia. Tanpa kejujuran agama tidak lengkap, akhlak tidak sempurna,dan seorang manusia tidak sempurna menjadi manusia. Disinilah pentingnya bagi kehidupan. Rasullullah SAW. Telah bersabda yang artinya sebagai berikut:

“ Tetap berpegang eratlah wahai kamu seakan-akan melihat kehancuran dalam berpegang teguh tapi yakinlah bahwa di dalam kejujuran itu terdapat keselamatan” .(HR Abu Dunya)

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf dan semoga ada manfaatnya bagi kalian. Sekian dan terima Kasih

Wabilahitaufik wal hidayah Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

( CONTOH 6 )

Contoh Teks ceramah jujur itu indah

Contoh Kultum Singkat Tentang Kejujuran

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang sudah memberi kita segala kenikmatan yang tidak bisa dihitung  banyaknya. 

Di mulai dari nikmat yang paling besar yaitu nikmat iman dan islam, sampai nikmat yang bersifat keduniawian yaitu harta, tahta dan keluarga.

Kedua marilah kita haturkan sholawat serta salam  kepada Nabi junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang semoga di hari kiamat kelak berkenan memberikan syafaatnya kepada kita semua.

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang “jujur”. Jujur merupakan kata yang indah untuk didengar. Namun tidak mudah untuk meng-aplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Semua orang mengerti akan maknanya namun sangat banyak yang masih mengabaikan.

Berbahayanya lagi apabila orang yang ingin berbuat jujur namun ia tidak sepenuhnya mengetahui akan seperti apa sikap jujur itu. Jujur bersumber dari hati yang di dasari oleh iman. Iman yang bisa mengantarkannya pada kejujuran.

Allah berfirman dalam al-quran surat Hujurat ayat 15 yang berbunyi:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan berjihad dengan harta dan jiwanya dijala Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (jujur).”

Bila ada seseorang yang berhadapan dengan suatu hal atau kejadian lalu ia memperoleh gambaran akan fenomena itu. Kemudian ia menceritakan fenomena itu kepada orang lain sesuai dengan kenyaataan yang terjadi, maka hal itu bisa di katakan telah melakukan suatu kejujuran karena ucapannya sejalan dengan apa yang terjadi.

Jadi yang dinamakan kejujuran merupakan sebuah sikap yang selalu berusaha menyamakan antara informasi yang diberikan sesuai dengan kenyataan. Dalam agama Islam sifat ini dinamakan sifatShiddiq, dan juga merupakan sifat para nabi maka sifat jujur merupakan sifat yang tidak ternilai harganya.

Sebab semua sifat yang baik termasuk sifat syukur, berasal dari kejujuran yang dimiliki, suatu keindahan apabila setiap seseorang bersikap jujur kepada dirinya maupun orang lain. Seperti pedagang yang jujur kepada pembelinya serta pemimpin yang jujur kepada rakyatnya dalam melaksanakan tugasnya.

Berhubungan dengan hal tersebut, dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian berperilaku jujur, sebab sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kalian kepada kebajikan. Dan kebajikan itu akan menunjukkan kalian ke jalan menuju surga.” (HR.Muslim)

Jujur juga bisa diartikan sebagai menjaga amanah karena sifat jujur merupakan sifat yang mulia yang biasanya orang yang memiliki sifat jujur biasanya mendapat kepercayaan dari orang lain. Pastinya orang yang memiliki sikap jujur akan tidak menyukai orang yang bersikap dusta dan berbohong.

Jujur Dan Amanah

Sifat jujur merupakan salah satu rahasia diri seseorang untuk menarik kepercayaan umum karena orang yang jujur senantiasa berusaha untuk menjaga amanah. Amanah secara etimologis (lughawi)  dalam bentuk mashdar berasal dari katai (amina, amanatan) yang berarti jujur atau dapat dipercaya. Sedangkan dalam bahasa Indonesia amanah berarti pesan, perintah yang harus diemban seseorang untuk dilakukan secara jujur atau benar.

Amanah sendiri merupakan suatu yang berat, sebab kita harus menjaga serta merawat dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab akan titipan orang lain . Berhasil atau tidaknya suatu amanah yang diberikan tergantung pada kejujuran orang yang memegang amanat tersebut.

Jika orang yang memegang amanah tersebut merupakan orang yang jujur, maka amanah tersebut tidak akan terabaikan dan akan selalu terjaga. Karena sifat kejujuran akan bersatu dengan sifat amanah. Sebaliknya apabila suatu amanah di kerjakan kepada orang yang tidak jujur, maka keselamatan pada amanah tersebut akan tidak tertolong.

Demikian kultum singkat tentang kejujuran yang dapat saya berikan semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

( CONTOH 7 )

Contoh Teks Ceramah dan Pidato Agama Singkat

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalumalaikum wr, wb.

Para hadirin sekalian yang dihormati,

Puji syukur kepada Tuhan Pemilik Semesta Alam yang telah mempertemukan kita di ruangan pagi ini yang indah. Di pagi hari ini, saya memohon izin kepada para hadirin disini untuk menyampaikan suatu pidato singkat mengenai kejujuran sebagai temanya.

Para hadirin sekalian yang dihormati,

Di zaman yang selalu semakin maju ini, seakan malah nilai-nilai moral masyarakat yang semakin hari semakin tertinggal atau menurun saja. Salah satu nilai moral yang menurun dan malah menjadi langka ialah bentuk kejujuran. Sedikit sekali kita dapat menemukan orang yang berucap ataupun bertindak jujur di zaman yang disebut ‘kekinian’ ini.

Hal ini pun menimbulkan banyaknya tindakan kejahatan yang disebabkan karena semakin pudarnya salah satu nilai moral kejujuran ini. Bentuk kejahatan – kejahatan tersebut dapat berupa : penipuan, pemalsuan, hingga tindakan pidana korupsi.

Walaupun mustahil kita dapat menghilangkan tindakan kejahatan tersebut, namun sebaiknya kita dapat kembali menumbuh suburkan nilai kejujuran di masyarakat, terlebih dahulu dapat dimulai dari diri sendiri. Adapun nilai-nilai kejujuran yang dapat kita lakukan yaitu dengan bertutur kata jujur, tidak mengambil barang temuan namun memilih menyerahkan barang tersebut ke pihak yang berwajib atau berwenang, tidak menyontek, tidak menggunakan uang kelas, iuran ataupun bentuk lainnya untuk berfoya-foya, menyelesaikan PR dengan usaha sendiri, dan hal – hal lainnya.

Jika kita dapat menunaikan perbuatan – perbuatan tersebut, maka kita pun dapat merasakan banyak dampak positif dari nilai kejujuran ini. Dampak positif dari pengamalan nilai kejujuran sendiri yaitu : akan mendapatkan berlipat pahala dan ridho dari-Nya, mendatangkan ketentraman hati, membuat simpati orang lain, dan mendatangkan suatu kebahagiaan karena tidak perlu menyembunyikan sesuatu yang dapat membebani diri sendiri ini.

Maka darinya, kita harus dapat mengamalkan nilai – nilai kejujuran semaksimal atau semampu kita walaupun hal itu sulit dilaksanakan, karena semakin zaman semakin tak karuan. Disamping untuk memelihara nilai kejujuran, namun mengamalkan nilai kejujuran juga akan mendatangkan sejumlah manfaat bagi diri kita sendiri, bahkan juga orang lain.

Baca Juga :  Arti Ahlan Wa Sahlan

Demikianlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan pada pagi hari ini. Semoga bermanfaat dan mampu dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan suatu kerendahan hati, saya meminta maaf jika ada kekurangan dan kepada Allah SWT saya memohon ampun.

Saya ucapkan terimakasih atas waktu dan perhatiannya

wassalamualaikum wr, wb.

( CONTOH 8 )

Teks Ceramah Agama Islam tentang Kejujuran

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillaah, wasyukurillaah. Washolatu wassalaamu alaa Rosuulillaah. Laa nabiyya ba’dah. Amma ba’du.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua, sehingga kita semua dapat berkumpul di sini tanpa suatu halangan apapun.

Sholawat beserta salam tidak lupa kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Keluarganya, Sahabatnya, pengikutnya, dan kita semua sehingga kita mendapatkan syafaatnya di Yaumil Akhir nanti. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Hadirin Rahimakumullah….

Pada kesempatan ini izinkan saya memberikan sebuah kultum singkat tentang kejujuran.

Kejujuran terdiri dari kata jujur yang artinya mengakui, yaitu mengakui, memperlihatkan isu sesuai dengan fakta yang ada. Kebalikan dari sifat jujur ialah bohong atau pendusta yaitu memberikan isu yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Sikap jujur sangat dianjurkan dan diwajibkan dalam Agama Islam. Yang Maha Kuasa pun menyuruh umatNya untuk selalu bersama orang-orang yang jujur dan benar.

Dalam Surat At-Taubah Ayat 119 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kau bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Tauba:119)

Dalam firman tersebut Allah Subhanahu wa Ta’aala telah terang mengajurkan kita untuk besama orang-orang yang benar, maksudnya sanggup menjadi orang-orang yang sholeh, berakhlak mulia, selalu berkata jujur. Karena kejujuran itu membawa kebaikan.

Pada zaman kini terkadang sulit untuk menemukan kejujuran, bukan dalam hal besar saja, tetapi mulai dari hal kecil seperti kita tidak dapat berkata jujur kepada teman, orang tua, dan lain sebagainya.

Hadirin Rahimakumullah….

Bagaimana caranya kita melatih sikap jujur? Sebenarnya jujur timbul dari jiwa dan hati yang bersih, maka dari itu usahakanlah hati selalu higeinis dengan mengurangi kemaksiatan dan kebohongan supaya timbul jiwa yang penuh kesucian sehingga akan mudah untuk berkata jujru.

Kejujuran perlu ditanamkan sejak dini, dalam segala hal, misalnya dalam menuntut ilmu diperlukan kejujuran, dalam hal berbicara, dan dalam segala hal. Alasannya ialah kejujuran akan membuka jalan kesuksesan dan kejujuran akan selalu menenangkan jiwa. 

Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam:

 دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

 Artinya:

“Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”

Hadirin sekalian, demikianalh kultum yang dapat saya sampaikan, meskipun sedikit semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

( CONTOH 7 )

Teks Ceramah dan Pidato Tentang Kejujuran dalam Kehidupan

Assalamualaikum wr. wb

Kepada yang terhormat Kepala SMPN 2 Suka Maju Indah, Bapak ……………..

Yang terhormat wakil kepala SMPN2 Suka Maju Indah, Ibu Khusnul ……………..

Yang terhormat seluruh bapak ibu dewan guru dan staff

Dan anak – anakku, Siswa – siswi SMPN 2 Suka Maju yang saya banggakan

Sebelum saya memulai pidato ini, marilah kita mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang yang tidak pernah berhenti mencurahkan seluruh rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih bisa menikmati hari ini dalam keadaan sehat walafiat.

Tidak lupa, shalawat beserta doa kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabat dekatnya. 

Semoga kita termasuk ke dalam golongannya yang akan mendapatkan syafaatnya di Yaumil Akhir kelak, Amin ya rabbal alamin.

Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan sebuah pidato tentang arti penting kejujuran dalam kehidupan, supaya kita semua dapat meneladani salah satu akhlak mulia Nabi Muhammad SAW ini. Semoga apa yang akan saya sampaikan ini bisa berguna bagi kita semua.

Hadirin yang berbahagia,

Jujur adalah salah satu sifat atau akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Beliau mendapatkan julukan Al Amin yang artinya dapat dipercaya. 

Nabi Muhammad SAW mendapatkan gelar tersebut karena Beliau tidak pernah berkata bohong sekalipun selama kehidupannya. Dia selalu jujur baik dalam berperilaku maupun dalam hal pekerjaannya sebagai pedagang.

Namun, apakah sebenarnya perilaku jujur tersebut ? 

Jujur adalah sebuah sikap atau sifat seorang individu yang menyatakan suatu hal dengan sebenarnya dan sesuai dengan apa adanya, tidak ditambahi maupun dilebih – lebihi.

Sifat atau perilaku jujur ini harus dimiliki oleh setiap manusia di muka bumi ini, karena jujur adalah prinsip dasar yang merupakan cerminan dari akhlak seseorang. 

Selain itu, jujur merupakan cerminan dari kepribadian seseorang. Apabila seseorang selalau bersikap jujur, maka bisa dipastikan orang tersebut memiliki sikap, perilaku dan akhlak yang baik.

Sifat dan perilaku jujur tidak hanya dicerminkan melalui kata – kata saja, tetapi juga dicerminkan dalam tindakan dalam kehidupan sehari – hari. Sebagaimana orang yang telah melakukan suatu perbuatan, tentu perbuatan tersebut sesuai dengan apa yang ada di dalam batinnya. 

Contohnya adalah ketika seseorang berani untuk mengatakan “tidak” pada korupsi, maka dia akan berusaha untuk tidak mendekati segala macam bentuk tindakan korupsi.

Jangan sampai apa yang telah dikatakan oleh kita, tidak sesuai dengan perilaku. Apabila kita sudah berkata tidak, namun pada kenyataannya tetap melakukan korupsi. Itu adalah munafik, perbuatan yang mengakibatkan dosa yang amat sangat besar.

Orang yang munafik, adalah orang – orang yang sangat picik karena ia akan menampakkan dirinya sebagai seseorang yang bertauhid, padahal hatinya kotor. Mereka berkata dan berperilaku tidak sesuai dengan apa yang dilihat maupun didengarnya.

Hadirin yang berbahagia,

Berperilaku jujur dalam kehiduapn sehari – hari sangatlah penting untuk dilakukan karena memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan bermasyarakat kita. 

Diantaranya adalah dengan bersikap jujur akan menjauhkan kita dari segala macam permasalahan. Selain itu, dengan selalu berperilaku dan berkata jujur akan membuat kita tenang dalam menjalani kehidupan.

Orang – orang yang tidak jujur akan selalu dihantui oleh kebohongan yang mereka katakan tersebut. Apabila mereka telah sekali berkata bohong, maka akan diikuti perkataan – perkataan bohong lainnya karena perlu seratus kebohongan untuk menutupi satu kebohongan, sehingga mereka akan selalu merasa bersalah.

Hadirin yang berbahagia,

Berperilaku jujur harus dimulai sejak usia dini dan dari lingkungan keluarga kita. Apabila di dalam keluarga mengajarkan sikap dan perilaku jujur, maka akan terbentuk individu – individu yang selalu berkata jujur pula. Pengajaran sikap dan perilaku jujur ini dapat dilakukan dengan cara:

Jika berbuat kesalahan, maka kita harus mengakui kesalahanya

Selalu menyamakan antara ucapan dan perbuatan

Memberitakan sesuatu hal yang sebenaranya, baik kepada orang tua maupun kepada masayarakat

Selalu memegang dan menjalankan amanah dengan baik

Penerapan perilaku juur harus dimulai sejak dini kerena pada masa ini sikap jujur akan melekat dan terus berkembang hingga mereka dewasa.

Hadirin yang berbahagia,

Menerapakan sikap jujur dalam kehidupan sehari – hari memanglah sulit, tetapi kita harus melakukannya karean itu adalah sebuah tuntutan hidup agar kita selalu berada di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan saat ini. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam penyampaiannya.

Wabilahitaufik walhidayah wassalamualaikum wr. wb.

( CONTOH 8 )

Teks Pidato dan Ceramah Tentang Kejujuran Singkat Padat

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah Swt., yang mana atas berkat dan rahmat-Nya kita diizinkan berkumpul di sekolah kita pada pagi ini. Salawat dan salam juga kita doakan pada Rasulullah Muhammad saw. yang telah membimbing kita dari cengkeraman masa-masa jahiliyah hingga bertemu dengan zaman yang terang-benderang.

Yang terhormat Kepala SMA Negeri 5 Jakarta. Yang saya hormati, Bapak/Ibu majelis guru beserta staf tata usaha. Selanjutnya, teman-teman dan rekan seperjuangan yang saya sayangi.

Teman-temanku, ada satu hal yang paling penting kita pegang teguh dari napas pertama hingga penghujung napas penghabisan kita. Itu adalah kejujuran. Kejujuran meskipun adalah hal yang simpel, namun sangat mahal dan sulit sekali kita dapatkan.

Coba kita muhasabah diri kita masing-masing, apakah lebih mudah bagi kita berkata jujur atau malah membungkus diri dalam kebohongan demi kebohongan demi mencari aman saja? Bagaimana ketika kita sangat takut menanggung dampak perbuatan kita di masa lalu dan memilih untuk menutup-nutupinya?

Teman-temanku, hal tersebut tentu sangat tidak baik dilakukan. Dengarlah hati nurani kita. Berbohong itu tidak baik. Berkatalah yang jujur meskipun kejujuran itu pahit daripada menyebarkan kebohongan yang beracun.

Maka dari itu, hendaknya kita semua dapat saling mengingatkan dan menyebarkan kejujuran serta kebaikan. Sekian saja pidato yang dapat saya sampaikan. Jika ada kesalahan, saya mohon maaf.

Akhir kata, wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Demikan artikel yang dapat kami berikan tentang ” Teks Ceramah Agama Islam Tentang Kejujuran Terbaik , Lengkap, Kekinian “. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *