Teks Pidato Tentang Menuntut Ilmu ( Contoh Terbaik )

Posted on

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Halo semuanya apa kabar? pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi tentang ”  Teks Pidato Tentang Menuntut Ilmu “. Bagi anda yang saat ini sedang mencari referensi tersebut artikel ini bisa anda jadikan contoh.

Menuntut Ilmu.
Menuntut ilmu wajib bagi seorang muslim laki laki maupun perempuan. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224). 

Berikut ini Beberapa Contoh Teks Pidato Tentang Menuntut Ilmu :


( CONTOH 1 ) 
MENUNTUT ILMU DAN KEUTAMAANNYA

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakaatuh

 Marilah kita bersama-sama menyanjungkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah swt., dengan limpahan rahmat-Nya kita sekalian bisa berkumpul bersama, tanpa ada halangan suatu apapun.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad saw., karena beliaulah sebagai suri tauladan dalam hidup ini. Mudah-mudahan kita termasuk umatnya yang senantiasa setia kepadanya.

Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan hidup ini, karena dengan ilmu yang dimilikinya seseorang akan mampu membedakan yang haq dan bathil. Dengan ilmu seseorang akan lebioh mantap dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt., karena tahu dasarnya dan tujuan yang sebenarnya. Namun. 

Sebaliknya bagi seseorang yang buta akan ilmu pengetahuan agama, maka segala yang dikerjakan tisak akan tahu dasar dan tujuan sebenarnya. Agar hal semacam ini tidsak sampai menimpa pada diri orang Islam, maka kita harus menyadari, bahwa saetiap orang Islam mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu. Berkaitan dengan hal tersebut Nabi saw., bersabda yang artinya:

 “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan”.

Mencari ilmu haruslah mendapatkan prioritas pada setiap pribvadi muslim, karena orang berilmu, maka tahu jlan yang akan ditempuh. Orang yang mendambakan bahagia hidup di dunia haruslah mempunyai ilmu. Begitu juga orang yang mendambakan kebahagiaan dunia akhirat haruslah mempunyai ilmu pula. Oleh karena itu janganlah sampai merasa bosan untuk menuntut ilmu, dan dimana saja harus tetap kita cari sekalipun di negara Cina. Nabi saw., bersabda yang artinya:

 “ Carilah ilmu walau di negeri Cina” (HR. Ibnu Ady dan Baihaqi)

Banyak jalan yang ditempuh dalam mencari ilmu. Ada yang mencari ilmu dengan mendengarkan ceramah agama (pengajian-pengajian), ada yang mencari ilmu lewat mencari buku-buku, ada yang mencari ilmu lewat sekolahan, dan masih banyak lagi nara sumber ilmu pengetahuan. Tetapi perlu diingat dan diketahui, bahwasanya mencari ilmu yang paling dominan adalah mulai anak-anak masih usai sekolah. 

Karena dengan kesempatan yang bagus, maka anak-anak seusia dini masih mempunyai daya tangkap yang kuat. Sehingga ilmu yang diperiolehnya benar-benar sebagai bahan modal pada kehidupan hari-hari yang akan datang. Ilmu pengetahuan yang sudah diterima anak-anak mulai dini dengan cara yang serius, maka akn membekas dan teringat terus sampai akhir hayatnya. 

Begitu pentingnya menuntit ilmu mulai dini, berarti dia benar-benar bisa meraih kesempatan emas. Karena dengan dibekali ilmu pengetahuan, maka biasa menunjang sepenuhnya kehidupan sekarang dan hari esok, yakni di akhirat kelak.

 Untuk itu belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Begitu sulitnya sesorang mengukir batu, tapi bila sudah Nampak terukir, maka bertahun-tahun masigh saja membekas dan tidak akan hilang. Demikian juga sang anak yang masih kecil, bila sudah masuk ke dalam pikirannya ilmu pengetahuan, maka sulit sekali untuk melupakan, bahkan masih teringat sampai akhir hayatnya.

 Akan tetapi belajar di waktu dewasa, bagaikan mengukir di atas air. Kita tahu bahwa mengukir di atas air begitu mudahnya akan tetapi tidak ada bekasnya. Begitu pula, bila belajar di waktu dewasa, maka dia mudah untuk mengingat, menerima suatu ilmu, tetapi mudah pula untuk melupakan.

 Kita harus merasa tergugah dalam hati kita masing-masing, sehingga belajar tidak merasa boisan dakam keadaan suasana bagaimanapun, baik mengenai waktu ataupun tempatnya. Kita harus bersemangat dalam menuntut ilmu dengan sekuat kita, agar yang kita cita-citakan bisa tercapai sebagaimana yang kita harapkan.

 Setelah kita mencari ilmu dengan sungguh-sungguh, maka janganlah lupa untuk diamalkannya. Orang berilmu berkewajiban untuk mengamalkan, jangan sampai ilmu yang dimilikinya, kemudian disembunyikan. Bila seseorang mempunyai ilmu kemudian disembunyikan, maka ancaman Allah yang akan diterima.

 Nabi saw., bersabda yang artinya:

 “Barang siapa yang ditanya tentang sesuatu ilmu, kemudian ia menyembunyikan, maka Alla akan mengekangnya besok pada hari kiamat dengan kekangan dari neraka” (HR. Ahmad)

 Agar kita tidak termasuk hamba yang diancam oleh Allah maka langkah yang terbaik bagi kita adalah dengan mengamalkan ilmu yang telah didapat.

 Demikianlah uraian singkat yang kami sampaikan, dengan penuh harapan mudah-mudahan kita termasuk hamba yang mempunyai ilmu agama, kemudian mau mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar bahagia dunia akhirat benar-benar bisa terwujud.

 Akhirul salam.

Wassalamu ‘alaikum waramatullahi wabaraakatuh
—————————————————————————————-
( CONTOH 2 ) 
Teks Pidato Tentang Menuntut Ilmu Singkat 
Assalamu alaikum wr. Wb.
 Bapak ibu guru yang saya hormati dan teman teman yang saya
sayangi.marilah kita panjatkan piji dan syukur kehadirat Allah S.W.T
yang telah melimpahkan rahmat-NYA kepada kita semua serta salam dan
salawat kita kirimkan kepada junjungan kita rasulullah Muhammad S.A.W.
Pertama-tama saya akan berpidato tentang topik keutamaan ilmu .
 Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia.sekian banyak
perintah Allah, yang di wajibkan atas orang muslimin adalah kewajiban
menuntut ilmu di jalan-NYA.secara umum kewajiban menuntut ilmu telah
banyak di lalaikan oleh kaum muslimin,sehingga dampaknya sangat terasa .
Kita menyaksikan keterbelakangan melanda umat islam dalam segala bidang dan ada beberapa keutamaan ilmu dalam islam yaitu ;
 Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
 hanya orang yang berilmu yang takut kepada Allah .
 ilmu yang mengantarkan orang untuk mengakui dan meyakini dengan keyakinan.
 ilmu adalah harta yang tak ternilai harganya .
 penguasa dan pemahaman ilmu agama adalah tanda kebaikan seseorang . 
 Semoga dengan ini kita dapat memanfaatkan ilmu agama demi memajukan
islam dan kaum muslimin,demikianlah sebagian keutamaan ilmu yang dapat
saya sampaikan pada pidato ini,semoga dengan penjelasan yang singkat ini
dapat memberikan gambaran yang jelas tantang ilmu agama islam dan
sekiranya ada kata-kata yang kurang berkenan di hati anda mohon di
maafkan dan saya akhiri dengan ucapan ,,
————————————————————————————————
( CONTOH 3 )
pidato dgn tema mencari ilmu
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
(Silahkan pilih contoh mukodimah pidato yang anda sukai)
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Ilmu mempunyai peranan penting dalam perjalanan hidup ini, karena dengan ilmu yang dimilikinya seseorang akan mampu membedakan yang haq dan bathil. Dengan ilmu seseorang akan lebih mantap dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT, karena tahu dasarnya dan tujuan yang sebenarnya. Namun, sebaliknya bagi seseorang yang buta akan ilmu pengetahuan agama, maka segala yang dikerjakan tidak akan tahu dasar dan tujuan sebenarnya. Agar hal semacam ini tidak sampai menimpa pada diri orang Islam, maka kita harus menyadari, bahwa setiap orang Islam mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu. Berkaitan dengan hal tersebut Nabi saw, bersabda:
“Mencari ilmu wajib bagi setiap orang Islam laki-laki dan perempuan”
Mencari ilmu haruslah mendapatkan prioritas pada setiap pribadi muslim, karena orang berilmu, maka tahu jalan yang akan ditempuh. Orang yang mendambakan bahagia hidup di dunia. haruslah mempunyai ilmu. Begitu juga orang yang mendambakan kebahagiaan dunia akhirat haruslah mempunyai ilmu pula. Oleh karena itu janganlah sampai merasa bosan untuk menuntut ilmu, dan di mana saja harus tetap kita cari sekalipun di negara Cina. Nabi saw. bersabda:
“Carilah Ilmu walau di Negeri Cina”(HR. Ibnu Ady dan Baihaqi)
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Banyak jalan yang ditempuh dalam mencari ilmu. Ada yang mencari ilmu dengan mendengarkan cerama Agama (pengajian-pengajian), ada yang mencari ilmu lewat membaca buku-buku, ada yang mencari ilmu lewat sekolahan, dan masih banyak lagi nara sumber Ilmu Pengetahuan. Tetapi perlu diingat dan diketahui, bahwasanya mencari ilmu yang paling dominan adalah mulai anak-anak masih usia sekolah. Karena dengan kesempatan yang bagus, maka anak-anak usia dini masih mempunyai daya tangkap yang kuat. Sehingga ilmu yang diperolehnya benar-benar sebagai bahan modal pada kehidupan hari-hari yang akan datang. Ilmu pengetahuan yang sudah diterima anak-anak mulai dini dengan cara yang serius, maka akan membekas dan teringat terus sampai akhir hayatnya. Begitu pentingnya menuntut ilmu mulai dini, berarti dia benar-benar bisa meraih kesempatan emas. Karena dengan dibekali ilmu pengetahuan, maka bisa menunjang sepenuhnya kehidupan sekarang dan hari esok, yakni di akhirat kelak.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Untuk itu belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Begitu sulitnya seseorang mengukir batu, tetapi bila sidah nampak terukir, maka bertahun-tahun masih saja membekas dan tidak akan hilang. Demikian juga dengan sang anak kecil, bila sudah masuk dalam fikirannya ilmu pengetahuan, maka sulit sekali untuk melupakan, bahkan masih teringat sampai akhir hayatnya.
Akan tetapi belajar diwaktu dewasa, bagaikan mengukir di atas air. Kita tau bahwa mengukir di atas air begitu mudahnya akan tetapi tidak ada bekasnya. Begitu pula, bila belajar diwaktu dewasa, maka dia mudah untuk mengingat, menerima suatu ilmu, tetapi mudah pula untuk melupakan.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Setelah kita mencari ilmu dengan sungguh-sungguh, maka janganlah lupa untuk diamalkannya. Orang berilmu berkewajiban untuk mengamalkan, jangan sampai ilmu yang dimilikinya, kemudian disembunyikan. Bila seseorang mempunyai ilmu kemudian disembunyikan, maka ancaman Allah yang akan diterimanya.
Nabi saw, bersabda:
“Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu, kemudian ia menyembunyikan, maka Allah akan mengekangnya besok pada hari kiamat dengan kekangan neraka.”
agar kita tidak termasuk hamba yang diancam oleh Allah maka langkah terbaik yang terbaik bagi kita adalah dengan mengamalkan ilmu yang telah didapat.
Demikianlah uraian singkat yang kami sampaikan, dengan penuh harapan mudah-mudahan kita termasuk hamba yang mempunyai ilmu agama, kemudian mau mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar bahagia dunia akhirat benar-benar terwujud.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
———————————————————————————————————–


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *