Teks Pidato tentang Ibu yang Bikin Nangis

Teks Pidato tentang Ibu yang Bikin Nangis

Posted on

Teks Pidato tentang Ibu yang Bikin Nangis – Apakah saat ini kalian sedang mencari contoh teks berpidato tentang ibu? pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh dan referensi terbaik yang bisa kalian gunakan sebagai persiapan berpidato atau hanya sekedar untuk tugas sekolah yang bisa kalian pilah dan pilh yang kalian suka.

Teks Pidato tentang Ibu yang Bikin Nangis

Contoh Teks Pidato Singkat Peringatan Hari Ibu

Assalamualaikum Wr.Wb

Yang Terhormat Bpak/Ibu Kepala SMP Negeri …

Yang saya hormati bapak dan ibu guru beserta staf tata usaha,

Dan yang saya sayangi teman-teman dan adik-adik semua.

Marilah kita mengucap syukur kepada Allah Swt. yang masih dan masih memberikan kita rahmat serta kasih sayang-Nya hingga detik ini kita berada di sini, dan tak lupa pula kita haturkan selawat serta salam kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kita menuju zaman yang lebih baik ini dan selalu kita harapkan syafaatnya di hari akhir.

Ibu, mama, bunda, amak, umi berbagai jenis panggilan yang diberikan namun tetap ditujukan hanya untuk seseorang yang mulia dan istimewa.

Ibu, seorang “baby sitter” pilihan Tuhan yang mengabdi sampai jiwa dan raganya terpisah tanpa digaji.

Tiada kata yang sanggup untuk menjelaskan tentang hebatnya pengorbanan sosok hamba Tuhan yang mulia ini, tak mungkin pula kita sebagai anaknya berpikir mampu untuk membalas setiap tetesan keringat dan air mata yang telah dikeluarkannya.

Mungkin yang pantas kita lakukan adalah memuliakannya sampai akhir hayat kita. Pada waktu yang baik ini, saya ingin menyampaikan beberapa kata untuk ibunda tercinta melalui pidato ini.

Hadirin semua,

“Malaikat tanpa sayap”. Kalimat itu menurut saya pantas disematkan kepada setiap bunda-bunda di seluruh dunia karena hanya malaikatlah yang selalu melakukan kebaikan tanpa pamrih, seperti halnya ibunda yang selalu berkorban, tetapi tak pernah meminta imbalan.

Apakah kalian mengetahui, bahwa setiap manusia hanya memiliki maksimal kemampuan dalam menahan rasa sakit sebanyak 47 dell, tetapi lain halnya dengan ibunda saat berjuang melahirkan kita kedunia yang sampai melewati batas maksimal ketahanan rasa sakit sebanyak 57 dell. Sudah jelas terlihat, bahwa ibunda kita memanglah seorang “malaikat tanpa sayap”.

Mari sejenak kita renungkan, setelah semua yang telah diperbuat oleh “malaikat tanpa sayap” kita ini, apakah yang telah kita lakukan untuk membuatnya bahagia? Sudahkah kita mengabdi untuknya dengan tulus dan tanpa pamrih?

Maka itu, Hari Ibu ini merupakan saat yang tepat untuk kita mengingat akan segala hal yang telah beliau berikan dan ajarkan kepada kita. Saat yang tepat pula untuk selalu menyadari bahwa ibu adalah seseorang yang sangat penting perannya untuk setiap kita sebagai anak dan sudah tugas kita untuk membuat ibu kita selalu tersenyum dan merasa bangga karena telah melahirkan kita ke dunia.

Terima kasih Ibu, terima kasih yang teramat dalam atas segala yang telah engkau lakukan, tak dapat daku balas seutuhnya. Hanya, setidaknya terimalah pengabdian kami untuk merawatmu dan membuatmu bahagia saat melewati masa tua nanti.

Teruslah mengingat akan jasa-jasanya karena itu akan membuat kita selalu tersadar akan apa yang harus kita lakukan untuk ibunda kita tercinta, dan semoga setelah Hari Ibu ini, kita sebagai anak menjadi lebih baik dalam memperlakukan dan memberikan kasih sayang kepada ibunda kita.

Sekian pidato saya, lebih dan kurangnya mohon dimaklumi. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

 

 

 

 

 

Teks pidato singkat tentang ibu

Assalamualaikum wr.wb

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua SYALOM!!

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Kepada yang terhormat, Ibu Zubaedah selaku kepala sekolah SMK Budi Pekerti

Yang terhormat seluruh dewan guru beserta seluruh staff SMK Budi Pekerti

Terkhusus para IBU yang berbahagia di ruangan ini

dan teman-teman yang saya banggakan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang tak pernah berhenti memberikan rahmat, nikmat dan anugerah-Nya kepada kita semua, terutama atas nikmat sehat yang telah diberikan kepada kita hari ini sehingga kita bisa berkumpul bersama-sama di dalam ruangan ini dalam rangka memperingati hari ibu. Yang kedua, tak lupa sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita ke dalam kehidupan yang diberkahi oleh Allah SWT. Semoga beliau akan memberikan syafaatnya kepada kita semua di hari akhir kelak, Aminnnn.

Pada kesempatan yang begitu Indah ini, Saya akan menyampaikan sebuah pidato singkat dengan tema. Pentingnya peran sesosok ibu bagi kehidupan kita. Semoga di hari ibu ini kita kembali menyadari betapa pentingnya Ibu buat kita.

Hadirin yang berbahagia,

Saya ingin menceritakan sebuah kisah yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Ketika itu seorang sahabat datang dan menemui beliau. Sahabat tersebut bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Nabi! Siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini?” kemudian Nabi menjawab,”Ibu mu!”. Mendengar jawaban tersebut, sahabat itu kembali bertanya, “Lalu siapa lagi yang harus aku hormati di dunia ini?” Nabi kembali menjawab,”Ibu mu, ibu mu dan ibu mu!”

Dari cerita tersebut dapat kita simpulkan bahwa, Nabi Muhammad saw telah menetapkan bahwa ibu adalah orang yang harus kita hormati di dunia ini. Bahkan beliau sampai mengulanginya hingga tiga kali.

Ibu adalah orang yang sangat sabar dan penuh kasih sayang. Bisa kita bayangkan selam sembilan bulan mereka mengandung kita. Dalam keadaan senang dan susah, dia selalu menyayangi kita dengan sepenuh hati. Tak ada seorang pun yang memiliki sebuah kesabaran seperti yang dimiliki oleh Ibu kita. Sebesar apapun kesalahan kita, kesabaran dan maaf dari ibu tak akan pernah habis maka jangan heran jika Rosulullah SAW pernah mengandaikan, jika seseorang diperbolehkan untuk sujud selain kepada Allah SWT, maka ibu lah sosok yang layak untuk mendapatkan kehormatan tersebut. Tidak hanya itu, cinta seorang ibu merupakan cinta yang sesungguhnya di dunia ini karena mereka telah mencintai kita bahkan sebelum mereka melihat kita di dunia ini.

Namun, meskipun Ibu sangatlah sabar, janganlah sekali-kali menyakiti hati Ibu kita karena ridho seorang ibu adalah ridho Allah SWT di dunia ini dan sebaliknya kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan seorang ibu.

Hadirin yang berbahagia,

Tanpa mengecilkan peran ayah, sosok ibu adalah orang yang sangat berperan di balik kesuksesan seseorang. Di dalam keberhasilan seseorang, di situ terdapat jasa-jasa besar, pengorbanan, kerja keras dan do’a dari seorang ibu, tanpa semua itu, seberapa hebat pun kita, seberapa pintar pun kita, kita tidak akan mencapai kesuksesan di dunia ini.

Ibu jugalah yang selalu menyemangati kita di saat kita jatuh dan di saat kita sedang terpuruk, Di dalam setiap doanya selalu terselipkan nama kita. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa hidup di dunia ini tanpa kehadiran seorang ibu. Maka berbahagialah bagi orang yang masih memiliki ibu di dunia ini karena mereka masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan Ridho Allah SWT di dunia ini dan surga yang berada di bawah telapak kaki mereka.

Hadirin yang saya hormati,

Sebelum saya mengakhiri pidato ini, Marilah kita sekali lagi muliakan ibu kita di rumah dan janganlah sekali-kali kita menyakiti perasaanya. Sangatlah wajar jika seorang ibu, cerewet dalam mengurus kita karena itu adalah salah satu bentuk kepeduliannya. Bagi yang memiliki ibu yang sudah tua dan sakit, rawatlah mereka dengan penuh kasih sayang, ingatlah masa-masa di mana mereka merawat kita di waktu kecil.

Untuk mereka yang bersalah kepada ibu, bersegeralah meminta maaf kepada mereka, mumpung ibu kalian masih hidup di dunia ini dan kalian masih diberikan kesempatan untuk mencuci kedua kaki mereka. Dan bagi yang ibunya telah meninggal dunia, selalu doakanlah beliau, karena anak yang sholeh merupakan amal yang mereka miliki dan terus mengalir meskipun mereka telah meninggal.

Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan kali ini. Semoga apa yang telah saya sampaikan ini bermanfaat buat kita semua. Terimakasih untuk para Ibu di dunia ini.

Wassalamualaikum wr.wb ….

 

 

 

Contoh Teks Pidato Singkat Peringatan Hari Ibu

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.

Alhamdulillah. Assalatu wassalamu ala rosulillah wa ala alihi wa mawwalah.

Yang terhormat, Bapak/Ibu …

Yang terhormat, Bapak Ibu …

Serta teman-teman yang berbahagia,

Pertama di atas segalanya, marilah kita bersama melantunkan syukur dalam ucapan maupun dalam hati ke hadirat Allah Swt. karena berkat nikmat, hidayah, dan inayah-Nya kita bisa hadir dan duduk bersama di sini dalam memeriahkan kegiatan Hari Ibu.

Selawat berbingkai salam kita sampaikan kepada nabi akhir zaman, Sayyidina Muhammad saw. Mudah-mudahan dengan seringnya berselawat kita akan mendapat pertolongan beliau di hari akhir nanti.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia,

Tidak terasa akhir tahun 2022 sudah menyapa dengan hingar-bingarnya. Pada bulan Desember ini, kita bersyukur bisa berjumpa dengan momentum Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember sejak tahun 1938.

Berkisah tentang Ibu atau Mama, kiranya sungguh ada catatan yang penuh dan tidak bakal bisa kita ungkap semua. Terutama kebaikan seorang Ibunda.

Pada sepinya kita, Ibu hadir sebagai sosok peramai dengan senyum tulusnya. Pada lelahnya kita sebagai seorang anak, Ibu hadir sembari membawakan kita cemilan yang dibuat dari tangan rapuhnya.

Dan pada saat hati kita sedang patah, seorang Ibu pun hadir dengan kekuatan cinta dan sayang untuk mengusir rasa sakit tersebut.

Sungguh ada begitu banyak cerita tentang Ibu yang tak bisa saya ceritakan semua di sini. Teman-teman yang hadir di sini tentu sudah sangat merasakan betul betapa tingginya perhatian seorang Mama.

Namun, bagaimana dengan perhatian kita terhadap mereka?

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia,

Bila kita renungkan, rasanya masih sedikit sekali perhatian ini kita berikan kepada Ibu. Pun demikian dengan balas jasa.

Barangkali, lebih banyaklah bantahan dan sikap cuek yang kita lambungkan kepada sosok malaikat tanpa sayap ini.

Bayangkan saja, misalnya saat kita pulang sekolah atau pulang dari jalan-jalan. Ketika kita disapa oleh Mama, “Bagaimana pelajaran hari ini, Nak?” “Kenapa pulangnya lama, Nak?” kita malah menjawab dengan jutek sembari menampilkan muka sendu.

Cobalah kita bayangkan, betapa tidak enaknya bila kita yang sedang berada di posisi Ibu tapi diperlakukan demikian.

Teman-teman yang berbahagia,

Bila berkisah tentang balas-membalas jasa, sungguh belum sedikit pun terbalas apa yang kita lakukan hari ini.

Walau begitu, pada momentum peringatan Hari Ibu Nasional tanggal 22 Desember tahun 2022 ini, marilah kita bersama-sama berjuang maksimal untuk membahagiakan Ibu dan juga Ayah kita di rumah.

Bahagiakanlah Mama di hari bahagianya mereka. Sejatinya seorang Ibu tidak melulu berharap hadiah maupun ucapan Selamat Hari Ibu melainkan kebaktian kita kepadanya.

Dan terakhir, jangan pernah lupa untuk mendoakan Ibu agar beliau sehat, sejahtera, selalu bahagia, dan senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

Bapak, Ibu, serta teman-teman yang berbahagia,

Demikianlah pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah. Izinkan saya menutup pidato kali ini dengan pantun,

Jalan-jalan ke Kualanamu,

Tidak lupa beli jajanan khasnya.

Bahagiakanlah Ibumu,

Sayangi beliau selamanya.

Wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.

 

 

 

 

 

 

Teks Pidato tentang Ibu yang Bikin Nangis

Assalamualaikum.wr. wb.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah beserta Bapak dan Ibu Guru, dan teman-teman yang saya sayangi serta saya banggakan.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq, hidayah, serta inaya-Nya, sehingga kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal afiat. Sholawat beserta salam marilah senantiasa kita haturkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, yang kita nantikan syafaatnya kelak di yaumil akhir.

Ibu, ialah lambang cinta abadi, pengorbanannya hakiki, dan pribadi utusan Ilahi di muka bumi.
Namun dibalik mulianya seorang Ibu, keberadaan seorang Ibu terkadang tidak dimuliakan bagi sebagian orang. Bukankah kita pernah mendengar kisah malin kundang, yang dikutuk Ibunya menjadi batu karena kedurhakaannya terhadap Ibunya sendiri? Banyak pelajaran penting yang bisa kita petik dari kisah tersebut, akan perlunya berbakti dan taat kepada seorang Ibu.

Meskipun pada zaman modern ini tidak ada anak yang dikutuk menjadi batu seperti halnya kisah malin kundang tersebut, akan tetapi sifat kedurhakaan terhadap Ibu yang dimiliki malin kundang masih diwarisi oleh beberapa anak di era modern ini. Apabila kita melihat dan mengamati di sekelilling kita, bukankah di sana masih terdapat pula anak yang berkata dan bertindak kasar, melakukan perilaku buruk, bahkan mendurhakai Ibunya sendiri. Padahal darinyalah kita dilahirkan ke dunia ini.
Allah berfirman dalam QS. Luqman: 14, yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَاالإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَي وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْلِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ المَصِيْرُ
Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu-Bapaknya, Ibu telah menngandunngnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu”. (QS. Luqman, 31:14)
Ingat lah bahwa Ibu adalah sosok mulia yang telah melaksanakan 3M untuk kita, yaitu mengandung, melahirkan, dan menyusui. Bahkan lebih dari itu, Ibu ialah orang yang dengan ketulusannya telah merawat kita dari kecil hingga tumbuh dewasa tanpa mengharap sepeserpun imbalan. dengan begitu besarnya pengorbanan seorang Ibu, maka sudah sepantasnya lah kita berbuat baik, berbakti, serta menyayanginya.
Dahulu ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah:

“Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?”
Kemudian, Rasulullah menjawab:
“Ibumu, Ibumu, Ibumu, kemudaian Ayahmu dan yang lebih dekat denganmu dan yang lebih dekat denganmu.” Dari sinilah kita sudah selayaknya tahu, betapa tinggi dan mulianya keberadaan ibu dalam kehidupan kita.

Di antara keajaiban syari’at Islam ialah dimana Islam memerintahkan kita berbuat baik kepada Ibu, meski ia musyrik sekalipun. Sebagaimana yang ditanyakan oleh Asma’ binti Abu Bakar kepada Nabi SAW tentang hubungannya dengan Ibunya yang musyrik. Maka Rasulullah bersabda, “Ya, tetaplah kamu menyambung silaturahmi dengan Ibumu.” (HR. Muttafaqun ‘Alaih).
Teman-teman yanng dirahmati Allah,
keberadaan Ibu yang telah diperhatikan oleh Islam dengan diberikannya hak-hak, maka ia juga mempunyai kewajiban mendidik anak-anaknya dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan serta menjauhkan mereka dari kerendahan. Membiasakan mereka untuk taat kepada Allah Swt dengan menjalankan perintah-nya dan menjauhi larangan-nya.
Oleh karena itu, terdapat beberapa kewajiban kita terhadap orang tua:
Taat dan berbakti kepada orang tua.
Mendo’akan kedua orang tua.

Menjaga ucapan kita agar berbicara dan berbuat baik kepada orang tua.
Demikian beberapa pedoman kita untuk berbuat baik terhadap orang tua terutama Ibu. Semoga Ibu, Ayah, maupun saudara-saudara kita, bersaudara dalam keimanan dan ketakwaan, sehingga dipertemukan kembali di surga Allah atas keridhloan-nya. Amin amin ya robbal ‘aalamin.

Jadi, sebagai seorang anak hendaklah kita berbakti terhadap orang tua, terutama Ibu. Dimana keridhaan Ibu adalah ridha Allah, dan kemurkaan seorang Ibu adalah kemurkaan Allah pula.
Sebelum saya mengakhiri pidato saya, marilah bersama-sama kita berdoa untuk kedua orang tua kita:
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Aamin……

Demikian sedikit penjelasan yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat tutur kata atau tingkah laku yang kurang berkenan di hati Bapak Fahrur Rozi maupun teman-teman. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata dan saya hanyalah manusia yang tak luput dari salah dan dosa.

Walssalamualaikam Wr.Wb.

 

 

 

Contoh Pidato Singkat Peringatan Hari Ibu
Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati ibu dan bapak guru SDN Jayalah Negeri serta anak-anakku siswa kelas 1 sampai kelas 6 yang Bapak banggakan.

Rasa syukur marilah terus kita panjatkan kepada Allah Swt. atas segala kebaikan yang telah kita terima selama ini.

Selawat nabi juga mari terus kita haturkan kepada Rosulullah saw. atas teladannya untuk kita dari zaman unta bahkan sampai nanti tutup dunia.

Bapak Ibu guru dan anak-anakku, di sini Bapak akan menyampaikan pidato tentang ibu, sesuai tema acara kita hari ini untuk memperingati Hari Ibu.

Setiap anak memang tidak selalu dilahirkan dalam kondisi keluarga yang lengkap dan manis seperti cerita di negeri dongeng. Walaupun begitu, setiap anak mempunyai kewajiban hormat kepada orang tua, terutama ibunya.

Mau seperti apa pun latar belakang kelahiran seorang anak, semua ibu pasti berjuang untuk melahirkannya. Pengorbanannya selama ibu mengandung, terlebih taruhan nyawanya ketika proses melahirkan.

Oleh itu, Anak-anakku, sayangi ibu kalian, ya, jangan membuat ibu sedih. Turutilah perintah ibu kalian yang baik-baik, seperti belajar rajin, sekolah sungguh-sungguh dan juga tidak bertengkar dengan teman lain.

Saat ini yang bisa kalian lakukan untuk berbakti kepada ibu dan bapak kalian antara lain dengan berbicara dengan sopan, juga membantu beberapa pekerjaan rumah yang bisa kalian lakukan. Jangan lupa juga selalu mendoakan ibu dan ayah kalian ketika selesai salat.

Di akhir pidato ini, yuk coba kita bersama-sama melafalkan doa untuk orang tua.

Wassalamualaikam Wr.Wb.

 

 

 

 

 

contoh pidato tentang ibu yang menyentuh hati

Assalamualaikum, Wr.Wb
Yang saya hormati Pembantu Rektor 3 Universitas Lampung,
Yang saya hormati Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung,
Yang saya hormati bapak / ibu dosen serta staff karyawan Fakultas pendidikan Universitas Lampung
Dan yang saya banggakan rekan-rekan mahasiswa sekalian yang telah berkenan hadir dalam acara seminar kemuslimahan dengan tema mempersiapkan diri menjadi seorang ibu shalihah yang diselenggarakan oleh divisi Kerohanian BEM FKIP UNILA.
Para hadirin yang saya hormati, perkenalkan saya Ihda Lailatul Barakah mahasiswa jurusan pendidikan Biologi Universitas Lampung. Pada kesempatan pagi yang berbahagia ini marilah kita mengucapkan Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan yang tak terbilang sehingga kita bis berkumpul pada hari ini.

Shalawat beserta salam kita ucapkan untuk Nabi kita Muhammad SAW yang menjadi uswah hasanah dalam kehidupan kita. Membawa kita pada cahaya islam yang sempurna.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak Universitas dan rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan beberapa hal penting tentang mempersiapkan diri menjadi seorang ibu yang ideal.

Ibu dapat dikatakan sebagai sekolah pertama yang akan memberikan keteladanan bagi sikap, perilaku dan kepribadian anak. Hal ini pun ditegaskan oleh Ummu Syafa Suryani Arfah dalam bukunya yakni Menjadi Wanita Shalihah. Isi dari buku tersebut ialah peranan seorang ibu adalah sebagai shibgah (pencelupan) pertama bagi karakter, watak serta kepribadian anak. Ia merupakan bayangan yang paling mendekati dengan kepribadian anak, jika ia baik maka akan baik pula lah anak-anaknya.

[sc:ads]
Segala perilaku yang tercerminkan oleh sang ibu akan menjadi suri tauladan bagi keluarganya, terutama bagi putra-puterinya. Karena dari sanalah akan tumbuh kepribadian anak secara bertahap. Ibu yang dengan sungguh-sungguh menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam keluarga, maka akan mampu melahirkan anak-anak sholeh yang kelak menjadi tunas berdirinya masyarakat yang islami. Seorang ibu harus berusaha sedemikian rupa agar rumah tangganya menjadi terarah dan teratur yang menceriminkan kepribadian yang islami. Akan tetapi pada kenyataanya, banyak diantara para ibu yang tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik di dalam keluarga. Misalnya seorang ibu yang kesehariannya sibuk dengan karir dan pekerjaannya. Ia menyerahkan tanggung jawab terbesar dalam pendidikan kepada pihak sekolah. Sedangkan ketika di rumah, sang anak diasuh oleh pembantu. Ketika pulang ke rumah, sang anak sudah terlelap tidur. Alhasil, interaksi dan waktu bersama anak pun hampir tidak ada. Hal ini menyebabkan kurangnya perhatian pada anak yang dapat berujung pada hal-hal negatif yang sangat mungkin terjadi. Adapula seorang ibu yang tak tahu cara menghadapi anak karena faktor pendidikan serta pengetahuan agama dari sang ibu yang sangat minim. Akhirnya pola mendidik anak tidak terkonsep dengan baik.

Sungguh ironis, di satu sisi orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang berguna, berbakti, sholih dan sholihah. Akan tetapi keinginan tersebut tidak diimbangi dengan persiapan dan pembekalan yang cukup untuk menjadi orang tua yang baik yang mampu mendidik anaknya dengan penuh ilmu dan cinta. Di sisi lain, para orang tua sibuk di luar rumah dengan pekerjaan mereka tanpa adanya kesadaran untuk memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka.

Dalam menjalankan peranannya, ibu harus membekali diri sebaik mungkin dalam rangka menunjang tanggung jawab yang akan ia jalani. Karenanya seorang ibu membutuhkan perencanaan serta tindakan yang terkonsep agar dapat mendidik anak-anaknya dengan baik. Seorang ibu yang ideal setidaknya harus mampu mempelajari beberapa hal seperti keharusan mengenali diri sendiri, kemampuan membentuk pribadi yang beriman dan bertaqwa, memiliki pemahaman agama yang baik, memiliki pengetahuan dalam bidang kesehatan meskipun sedikit, mampu mengatur rumah tangga, terampil dalam mengolah sesuatu, dan sejumlah kemampuan lainnya.

Ibu memiliki andil serta peranan yang esensial bagi pendidikan anak-anaknya sejak dilahirkan. Karenaya merupakan suatu hal yang teramat penting untuk belajar menjadi seorang ibu yang ideal bagi keluarganya. Kita sebagai kaum wanita yang juga merupakan calon ibu bagi anak-anak kita, kelak akan mewarisi tanggung jawab yang besar sebagaimana yang telah saya jelaskan tadi di awal. Marilah kita sama-sama belajar untuk mewujudkan pribadi yang kuat dalam rangka mempersiapkan calon ibu yang tangguh di masa depan!

Demikian pidato singkat yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat khilaf dan kata-kata yang kurang berkenan dalam pidato yang saya sampaikan. Karenanya saya mohon maaf dan hanya kepada Allah saya memohon ampunan.

Wabillahitaufik walhidayah, Wassalamualaikum. Wr. Wb.

 

 

 

 

 

 

Teks pidato tentang ibu singkat

Berikut ini Contoh Teks Pidato tentang Hari Ibu untuk Anak SD yang Singkat dan Mudah Dihafal dapalam acara Kegiatan Tanggal 22 Desember

Assalamu’alaikum Wr.wb

Salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur, marilah panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat, sehingga pada kesempatan ini, kita dapat berkumpul untuk merayakan dan memperingati Hari ibu Nasional Tahun 20….

Tak lupa, shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Besar kita, Nabi Muhammad SAW. semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau baik di dunia maupun di akhirat kelak, aamiin.

Hadiri yang berbahagia…

Di bulan ini, kita bertemu kembali dengan momentum Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember sejak tahun 1038 silam.

Berkisah tentang kebaikan seorang ibu, mama, umi, atau umak dalam bahasa Melayu, saya rasa banyak catatan yang tidak sanggup dituliskan dalam berlembar-lembar kertas dan juga berliter-liter tinta.

Kala sepi, seorang ibu hadir sebagai sosok teman yang menemani kesepian kita.

Dalam sedih, seorang ibu hadir menawarkan senyum dan pelukan hangatnya untuk kita.

Dalam bahagia, seorang ibu juga akan bahagia, walau mungkin banyak beban sedang ditanggungnya.

Demikianlah kehebatan seorang ibu yang tiada tandingannya.

Sebelum kita lahir, ibu kita menjaga kita dalam kandungan selama 9 bulan lebih 10 hari.

Sungguh, waktu yang amat panjang dan melelahkan. Terlebih berat kita kian hari kian bertambah menambah lelah ibu kita.

Baca Juga: Contoh Pidato Singkat Kebersihan Sebagian dari Iman, Menarik dan Mudah Dihafalkan

Saat melahirkan, ibulah orang yang mau mengorbankan nyawa dan keselamatannya untuk melahirkan kita ke dunia.

Jika kita ingat kisah itu, bagaimana rasanya hari kita? Bisakah kita membalas jasa ibu yang amat besar itu?

Hadirin yang berbahagia,

Hari ini, sering kita jumpai berita-berita di aman seorang anak berbuat aniaya terhadap ibunya yang telah memebesarkannya.

Jujur, saya sangat sedih melihat fakta tersebut. Begitu pun juga hadiri sekalian.

Untuk itu, di momen hari ibu tanggal 22 Desember ini, marilah memperbaiki sikap dan perilaku kita terhadap seorang ibu.

Hadirin yang berbahagia,

Waktu kita tak banyak, umur mereka mungkin tak lama lagi, karena kehidupan di dunia hakikatnya singkat. Jadi… jangan menunda untuk berbakti pada orang tua, pada ibu dan juga ayah.

Demikianlah pidato tentang Hari Ibu yang saya sampaikan. Banyak kurangnya mohon dimaafkan.

Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *